«

»

May 15

SMART VALVE MONITORING

Sebuah solusi jaringan untuk pemonitoran dan partial stroke testing pada instalasi skala besar daerah pertambangan minyak di Timur Tengah akan mengutamakan sebuah sistem Rotork SVM (Smart Valve Monitoring).

Sistem telah didesain untuk menghasilkan informasi pemeliharaan prediktif dari area terdistribusi secara luas untuk penggunaan operator guna membantu mengurangi pemadaman dan meningkatkan efisiensi plant.

Hal ini dapat dimungkinkan dengan kemampuan dari SVM yang terintegrasi dengan infrastruktur Ethernet dan serat optik, memungkinkan lebih dari 100 pipa actuator pada wellhead dimonitor pada sejumlah lokasi jaringan yang memiliki jarak lebih dari 10 km.

Proyek melihat bagian unit kendali SVM tersambung dengan rangkain ESD (Electro-Static Device) untuk pemadaman pipa, terinstal di perangkat-perangkat dari dua dan empat pada lebih dari 50 wellhead. Analisis dilakukan pada komputer server SVM pada ruang kendali pusat.

Komunikasi antara wellhead di lapangan dan komputer dilakukan dengan integrasi penuh di dalam infrastruktur jaringan operator yang telah ada. Unit SVM digabungkan di dalam jaringan Ethernet yang menghubungkan dengan peralatan dan instrumentasi lain tiap wellhead di lapangan. Hubungan serat optik kemudian digunakan untuk mengirimkan data ke stasiun kendali lanjut di bermacam-macam lapangan. Dari lapangan-lapangan ini, serat optik digunakan lagi untuk mengirimkan data dari seluruh wellhead ke ruang kendali pusat.

Partial stroke testing (PST) adalah fungsi yang digunakan pada safety instrumented system (SIS) yang memungkinkan operator untuk mengidentifikasi mode kegagalan yang mungkin terjadi pada pipa  sebuah pipa pemadaman atau emergency shutdown (ESD) tanpa harus menutup sepenuhnya pipa yang akan mengganggu proses. PST adalah suatu teknik standar industri hidrokarbon yang dapat diterima oleh badan regulasi seperti IEC dan ISA.

Sambaran pipa parsial mencegah kegagalan yang tidak diduga-duga pada permintahaan dari fungsi keselamatan dan mendemonstrasikan bahwa masalah potensial tertentu yang sebaliknya tidak terdeteksi, seperti fraktur pegas pada ruang pegas pada aktuator pneumatik, tidak ada. Sebagai konsekuensi, interval untuk pengujian dari eror-eror yang tidak terdeteksi ini dapat diperluas.

SVM dikatakan menggabungkan beberapa fitur yang tidak tersedia dari sistem lain, seperti menyediakan data diagnostik detil yang memungkinkan operator untuk merencanakan strategi untuk pemeliharaan strategis. Kunci dari performa yang dapat diandalkan adalah pemisahan pipa dari sistem kendali pipa yang memungkinkan operator untuk mendesain sistem kedali yang cocok dengan rutin dan keperluan keamanan tanpa berkompromi dengan program pengujian.

Sistem SVM diberdayakan oleh sinyal kendali ke pipa solenoid aktuator. Fungsi pemonitoran kemudian disediakan oleh transmitter tekanan yang diletakkan antara pipa solenoid dan aktuator, yang merekam perubahan tekanan instrumen selama pipa bergerak. Perubahan apa saja pada performa pipa didteksi dan diidentifikasi oleh sebuah perubahan pada gelombang tekangan dari aktuator.

Kegagalan yang teridentifikasi dapat termasuk pipa yang terhambat, silinder aktuator yang rusak, kegagalan pegas pengaman, pipa yang terputus, torsi yang menjebol, tempat pipa yang rusak, dan korosi internal silinder.

 

Fajar Andika, Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM,

Vice Chairman IEEE SB UGM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>