«

»

Dec 01

Selamatkan dunia dimulai dari konsumsi energi rumah kita

 

Oleh:

Shaga Shaulagara

Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi

Instrumentasi dan Kendali

2009

Pengukuran energi listrik secara digital menggunakan sensor-sensor nirkabel yang diletakkan di tiap-tiap kWhmeter pelanggan dapat mengatasi keterbatasan dalam pencatatan daya listrik secara manual.  Disisi lain, pemanfaatan WSN (Wireless Sensosr Network) saat ini semakin populer dengan lahirnya aplikasi-aplikasi pervasif dan otomatisasi. Mikrokontroler Arduino Uno dengan protokol komunikasi nirkabel menggunakan piranti Zigbee dapat digunakan untuk memonitor penggunaan energi listrik secara realtime yang terintegrasi dengan sistem informasi untuk memudahkan pihak penyedia energi listrik dan pelanggan dalam mengetahui pemakaian energi listrik. Penggunaan mikrokontroler Arduino Uno yang mudah digunakan karena saat membeli Arduino sudah lengkap fitur-fiturnya. Untuk mengukur energi listrik diperlukan tegangan dan  arus oleh karena itu, dibutuhkan trafo tegangan (PT) dan trafo arus (CT) untuk mengukur nilai tegangan dan arus tersebut. Tegangan dari PLN diturunkan dengan trafo tegangan (PT) dan untuk arus digunakan trafo arus (CT) yang khusus untuk pengukuran contohnya seperti trafo arus YHDC yang keluarannya berupa tegangan dan mempunyai rasio 30 A : 1 V. 

 Gambar 1. Trafo Tegangan.

 

Gambar 2. Trafo Arus.

Pengkondisi isyarat digunakan sebagai antar muka trafo arus dan tegangan  dengan Arduino. Arduino mempunyai kisaran masukkan analog 0-5 V. Rangkaian pengkondisi isyarat berfungsi mengecilkan isyarat gelombang dan  menaikkan isyarat gelombang supaya tidak ada nilai negatif (DC Offset).

Gambar 3. Skema Rangkaian

LCD 16×2 digunakan untuk menampilkan informasi dari data yang telah dihitung oleh Arduino Uno seperti daya aktif, daya semu, faktor daya, nilai rms dari tegangan dan arus dan energi listrik tersebut.

Gambar 4. LCD 16×2.

Informasi dari konsumsi energi listrik akan dikirim menggunakan modul XBee ke PC untuk disimpan dalam database dan ditampilkan dilayar.

Gambar 5. Penampil di PC.

Pada gambar 5. adalah contoh tampilan di PC atau server menggunakan Processing dengan konsumsi listrik rumah tangga yang normal sebelah kanan dan beban AC dinyalakan sebelah kiri dengan mengatur jika beban melebihi 800 W maka akan tertampil warna merah.

Pengukuran energi listrik untuk tujuan memonitor konsumsi energi listrik rumah tangga menggunakan mikrokontroler Arduino dan modul komunikasi XBee dapat digunkan sebagai basis untuk pengembangan sistem monitor konsumsi energi rumah dan dapat dikembangkan dengan membuat database dari informasi-informasi konsumsi energi sehingga bisa digunakan untuk analisis konsumsi energi tiap bulan dan langkah selanjutnya bisa digunakan sebagai manajemen energi. Untuk pengembangan sistem, informasi-informasi seperti tegangan, arus, faktor daya, daya semu, daya aktif dan energi dapat di-upload ke internet supaya informasi tersebut dapat diakses dimana saja. Contohnya seperti meng-upload informasi ke situs www.xively.com.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>