«

»

Oct 21

Robot dan Pekerja

Oleh:

Fajar Andika

Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi

Instrumentasi dan Kendali 2010

Robot adalah otomatisasi gerak yang terkendali. Otomatisasi dan robot sebenarnya menciptakan pekerjaan. Ketika otomatisasi dan robot dibahas dan diterapkan tanpa komunikasi yang tepat, hal ini membuat pekerja pabrik kehilangan pekerjaan mereka. Sebenarnya otomatisasi membantu proses pabrik dan pekerjaan sulit lainnya. Ketika otomatisasi diterapkan, pekerja merasa lebih dihargai dan aman.

Secara keseluruhan, pabrik berusaha untuk selalu mendapatkan produksi yang bertambah. Pabrik dapat meningkatkan proses dan menerapkan otomatisasi untuk menambah produktivitas. Atau paling tidak pabrik yang tidak dapat meningkat sebaiknya ditutup.

Robot menciptakan pekerjaan dan membantu pekerja mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, lebih aman, dan dengan gaji yang lebih tinggi.

Otomatisasi dapat membantu memperoleh hasil yang baik. Otomatisasi juga memberdayakan, tanpa menggunakan pekerja di beberapa area, dan membuang aktivitas yang tidak meningkatkan nilai produksi. Terlepas dari pergeseran yang tidak terhindarkan ke otomatisasi, keterampilan pekerja tetap dibutuhkan. Menemukan pekerja dengan kemampuan teknis untuk bekerja dan melayani dengan mesin akan menjadi isu terbesar. Pekerja yang memiliki kualifikasi sulit ditemukan.

Hal menarik jika kita mengamati robot dapat digunakan di industri. Memang tidak dipungkiri robot mengambil alih beberapa pekerjaan manusia, tetapi tidak serta merta menggantikan pekerja tersebut. Produktivitas yang meningkat berarti bisnis di pabrik dapat dijalankan dengan pekerja yang lebih sedikit, tapi juga berarti bisnis dapat melakukan ekspansi produksi dengan jumlah pekerjanya saat ini, dan bahkan masuk ke pasar baru.

Mari kita ambil contoh robot Kiva. Robot Kiva ini didesain dan dijual oleh Kiva Systems, sebuah startup yang didirikan pada 2002 dan dibeli oleh Amazon pada 2012. Robot ini didesain untuk bergerak cepat di gudang pabrik, menuju rak-rak barang dan mengambil barang atau produk yang diperintahkan ke pekerja yang kemudian mengemas produk itu. Di sini lah peran pekerja yang ahli dalam beberapa hal tidak dapat digantikan robot – mengemas beberapa barang sekaligus. Banyak permasalahan dalam robotika – seperti mengajari robot mengenali barang – belum dapat diselesaikan sedangkan robot dapat bergerak di lingkungan seperti gudang pabrik tanpa lelah.

Gudang yang memiliki robot Kiva ini dapat menangani order hingga empat kali lebih banyak dibandingkan gudang yang tidak memiliki otomatisasi, dimana pekerja lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berjalan.

Kebanyakan pekerja baru yang terlibat kemudian adalah software engineer: sementara robot digadang-gadang sebagai poster sebuah pabrik, inovasi sebenarnya terletak pada algoritma kompleks yang memandu gerakan robot dan menentukan lokasi produk di gudang pabrik.

Robot dapat membantu meningkatkan efisieinsi dan produktivitas pabrik, tetapi tidak mengambil pekerjaan. Robot dapat menangani pekerjaan berulang-ulang membosankan yang tidak ingin dilakukan oleh pekerja. Akan lebih mudah dipahami bagaimana robot dapat berkerja dengan manusia dibandingkan robot bekerja sendiri.

 

Pemenang Digital

Jelas, akselerasi teknologi yang cepat ini memperdalam kesenjangan antara pemenang dan pecundang ekonomi. Teknologi digital cenderung lebih menyukai “superstar”.  Sebagai contoh, orang yang mampu membuat program komputer yang dapat menggerakkan robot mungkin akan mendapatkan jutaan atau miliaran rupiah dengan menghapus kebutuhan pekerja yang tidak memiliki keterampilan memprogram. Hikmahnya: kita harus mampu seorang “tech-savvy”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>