«

»

Nov 11

Pengaruh Building Penetration Loss Dalam Implementasi Sel Femto

Oleh:

Rani Mahita Aji

Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi

Telekomunikasi 2010

 

Permintaan kapasitas layanan komunikasi terus meningkat, terutama pada layanan komunikasi data. Dengan infrastruktur yang sudah ada, sel makro belum dapat memenuhi permintaan tersebut dengan cukup baik dikarenakan oleh cakupan sel yang terbatas. Terdorong oleh keterbatasan itu, maka sel femto menjadi salah satu pilihan solusinya. Sel femto merupakan sebuah mini BTS dengan ukuran cakupan yang kecil dan daya transmisi yang rendah pula. Sel femto terhubung dengan Internet Service Provider (ISP) melalui DSL maupun serat optis. Dengan keberadaan sel femto di dalam gedung, maka pengguna di dalam ruang akan merasakan manfaat berupa peningkatan cakupan sel karena UE cukup mendapat layanan dari sel femto tanpa harus dijangkau oleh BS sel makro.

Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam implementasi sel femto ialah variabel Building Penetration Loss (BPL). BPL merupakan sebuah ukuran rugi-rugi akibat atenuasi dinding yang dapat mempengaruhi besarnya interferensi antara sel makro dan sel mikro. BPL akan bernilai tak terhingga apabila kerugian sinyal akibat atenuasi dinding sangat besar. Pada situasi ini sistem luar ruangan dan dalam ruangan saling tidak mempengaruhi yang menyebabkan tidak adanya cross layer interference (interferensi antara sel makro dan sel femto). Contoh dari keadaan ini ialah pada stasiun kereta api bawah tanah atau pada tempat parkir bawah tanah.

Di sisi lain, BPL juga dapat bernilai sangat kecil yang menyebabkan besarnya interferensi antara sel makro dan mikro. Contoh dari kasus ini adalah pada sel femto yang diletakkan pada gedung yang berdekatan dengan pusat sel makro. Faktanya adalah nilai BPL berbeda-beda pada setiap bagian di dalam sebuah bangunan. Semakin dalam ruangan itu berada di sebuah bangunan, maka semakin besar BPL nya karena semakin terhalang oleh banyaknya dinding. Selain itu, pada bangunan bertingkat, lantai yang berada di atas lebih kecil nilai BPL nya  dibanding lantai yang ada di bawahnya karena lantai atas masih mendapat daya sinyal yang lebih besar dari sel makro.

 

Gambar 1 Pengukuran nilai BPL di belakang dinding pertama dan dinding kedua

Pengaruh dinding pada nilai BPL terlihat pada gambar 1. Gambar tersebut menunjukkan pengukuran nilai BPL pada belakang dinding pertama dan dinding kedua di 25 gedung berbeda. Dari gambar tersebut terlihat bahwa BPL selalu bernilai lebih besar pada ruang yang lebih di dalam. Perbedaan nilai BPL tersebut juga dipengaruhi oleh bahan dinding serta ketebalan dinding bangunan.

Oleh karena itulah implementasi sel femto membutuhkan desain yang tepat untuk berbagai kondisi ruangan. Pada kasus dengan BPL rendah, perlu dilakukan teknik pencegahan interferensi salah satunya dengan membagi spectrum menjadi dua bagian (Orthogonal Channel Assignment). Pada teknik ini bagian dari sub-channel akan digunakan oleh layer makro sedangkan sisanya digunakan oleh sel femto.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>