«

»

Dec 01

Mobil Listrik: Green Technology yang Mulai dilirik

Oleh:

Fajar Andika

Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi

Instrumentasi dan Kendali 2010

Electric vehicle (EV) masih jarang kita temukan. Fakta bahwa dominasi internal combustion engines (ICEs) membuat pasar mobil listrik di Indonesia maupun dunia tidak banyak. Hal ini disebabkan oleh faktor harga bahan bakar minyak yang murah karena subsidi pemerintah. Bahkan, pada 22 Juni 2013, harga bensin Rp 6.500,00 masih bersubsidi. Di kota Yogyakarta, sepanjang 2011 pertambahan mobil mencapai 900 unit tiap bulan. Selain itu, permasalahan pengisian daya mobil listrik juga membuat kendaraan ICEs lebih diminati.

Melihat penggunaan mobil berbahan fosil yang meningkat, tidak mengherankan bila polusi udara meningkat. Hasil sisa pembakaran mobil konvensional mulai menyebabkan permasalahan di bidang kesehatan dan lingkungan. Polusi yang terbesar mengandung oksida nitrogen (NOx) dan sulfur (SOx), dan timbal (Pb). Masyarakat yang tinggal atau melakukan aktivitas di sekitar jalan yang padat lalu lintas, pejalan kaki, polisi lalu lintas, dan penjaja makanan di tepi jalan akan mengalami resiko tinggi terkena penyakit. Sebagai tambahan, kondisi memprihatinkan ditunjukkan oleh konsentrasi karbon dioksida dalam atmosfir yang melewati titik tonggak 400 parts per million (ppm). Terakhir kali gas rumah kaca begitu banyak di udara terjadi beberapa juta tahun yang lalu.

Dengan permasalahan di bidang kesehatan dan lingkungan, perusahaan yang bergerak di bidang automotive mulai tertarik untuk melakukan riset di hybird vehicle. Toyota adalah perusahan pertama yang merilis hybird vehicle komersial. Perusahaan lain merespon dengan mengembangkan dan menjual generasi baru kendaraan yang efisien energi dan ramah lingkungan yang disebut plug-in hybird electric vehicles (PHEVs) dan all-battery EVs (BEVs). Hal ini juga tidak terlepas dari peran pemerintah. Program pemerintah California seperti zero-emission vehicle program juga mendorong penggunaan EV. Sebenarnya, standar tinggi yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk conventional (ICEs) memaksa perusahaan automotive untuk bergerak ke arah kendaraan ramah lingkungan seperti yang dijelaskan pada CAFE standard. Selain itu, International Enery Agency juga telah membuat roadmap  yang memiliki target reduksi 30% global karbon diokasi saat 2050 dibanding 2005.

Gambar 1. CAFE standars untuk tiap tahun model per gallon hingga 2025. (Data courtesy of the National Highway Traffic Safety Administration and the Environmental Protection Agency)

 

Gambar 2. Elektronika daya terintegrasi masa depan untuk penggerak daya tarik motor dan sebuah on-board charger cepat.

Stasiun Pengisian Daya

Saat ini, fasilitas pengisian daya baterai yang lama, permintaan daya yang tinggi, onsite solar power generation and the grid yang belum ada, dan utility company yang belum tertarik menjadi faktor permasalahan pada stasiun pengisian daya. Fasilitas pengisian daya baterai saat ini masih belum dapat melayani pengisian daya cepat, pengisian daya untuk Tesla Model S masih memakan waktu lima jam di rumah atau stasiun pengisian publik. Hal ini dikarenakan teknologi baterai yang masih menjadi constraint factor. Tesla motor sendiri menargetkan untuk melakukan pengisian daya dalam lima menit dan sedang berusaha menekan limit dari charging technology untuk membuat EV lebih praktis. Baterai diharapkan dapat menangani daya masuk yang sangat besar dari stasiun pengisian. Lokasi stasiun pengisian juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Permintaan daya yang tinggi menjadikan desain elektronika dalam pengisian harus dapat menangani daya yang sangat besar dan peak yang tidak diharapkan. Kualitas daya yang dihasilkan harus mampu mengatasi masalah faktor daya yang rendah dan distorsi harmonik total. Stasiun juga didesain untuk dapat mengambil sumber energi lain seperti energi surya.

Gambar 3. Stasiun pengisian daya baterai cepat masa depan.

Masyakarakat sudah tahu bahwa EV ramah lingkungan dan baik bagi mereka. Pemerintah, perusahaan automotive, dan engineer, hanya perlu menambahkan romansa pada hubungan antara masyakarakat dan mobil listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>