«

»

Jun 03

LTE dan Kehadiran LTE 4G di Indonesia

Long Term Evolution (LTE) adalah sebuah standar komunikasi wireless sebagai pengembangan dari 3G pada jalur evolusi GSM. Pada dasarnya teknologi LTE menggunakan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) pada jalur downlink dan SC-FDMA (Single Carrier-Frequency Division Multiple Access) pada uplink.

OFDM adalah teknik transmisi menggunakan beberapa frekuensi berbeda yang saling tegak lurus atau orthogonal. Sinyal informasi yang akan dikirim mulanya dalam bentuk serial diubah menjadi paralel sejumlah sinyal sub-carrier nya. Masing-masing sinyal sub-carrier dimodulasi dengan sinyal informasi tersebut, umunya pada OFDM digunakan teknik modulasi BPSK, QPSK, dan QAM. Kemudian sinyal termodulasi ditransform menggunakan IDFT (Inverse Discrete Fourier Transform) untuk membentuk simbol OFDM. Lalu simbol ini diubah lagi menjadi bentuk serial baru kemudian ditransmisikan. Penggunakan frekuensi yang saling orthogonal ini memungkinkan frekuensi saling overlap namun tidak menyebabkan atau terkena interferensi sehingga penggunaan frekuensi menjadi lebih efisien.

Sedangkan SC-FDMA yang digunakan pada LTE menggunakan prinsip dasar OFDMA, dimana OFDMA adalah teknik akses-jamak yang menggunakan teknik OFDM sebagai teknik modulasi nya. Sehingga bila pada OFDM sejumlah sinyal sub-carrier yang tersedia dialokasikan untuk satu user, maka pada OFDMA sinyal sub-carrier dialokasikan secara fleksibel terhadap beberapa user. Pada OFDMA masing-masing user dibedakan berdasarkan frekuensi sub-carrier nya.  SC-FDMA digunakan pada jalur uplink untuk meyederhanakan sistem transmisi pada handset user, namun tidak digunakan pada jalur downlink karena akan lebih rumit dibanding sistem OFDMA. Perbedaan mendasar SC-FDMA dengan OFDMA adalah SC-FDMA mentransmisikan sinyal informasi secara serial menggunakan beberapa sinyal sub-carrier sedangkan seperti telah disebutkan, pada OFDMA sinyal informasi ditransmisi secara paralel menggunakan beberapa sinyal sub-carrier.

LTE yang kini telah hadir di Indonesia sebenarnya belum bisa dikatakan sebagai fourth generation (4G) karena belum memenuhi standar yang ditentukan oleh ITU-R (International Telecommunication Union-Radio communication sector) yang disebut spesifikasi IMT-Advanced (International Mobile Telecommunication) dimana kecepatan peak untuk tingkat mobilitas tinggi (seperti pada mobil atau kereta yang sedang bergerak) mencapai 100Mbps dan untuk tingkat mobilitas rendah (seperti pada pejalan kaki) mencapai 1Gbps. LTE yang dapat memenuhi spesifikasi ini adalah LTE Release 10 atau disebut LTE Advance.

Teknologi LTE Advance atau LTE 4G ini belum diselenggarakan di Indonesia terkait masalah pengalokasian frekuensi. Banyaknya operator seluler di Indonesia turut mempunyai andil dalam rumitnya pengalokasian, dimana LTE 4G membutuhkan bandwidth yang cukup besar sedangkan pengalokasian frekuensi di Indonesia sudah cukup rapat. Frekuensi 700MHz yang dianggap sebagai frekuensi paling tepat untuk penyelenggaraan sekarang ini dialokasikan untuk penyiaran televisi analog. Walaupun pemerintah berencana memindah sistem televisi dari analog menuju digital, namun menunggu pemindahan yang diperkirakan selesai pada 2018 ini dianggap terlalu lama. Sehingga sebagai alternatif terdapat rencana untuk menyelenggarakan di frekuensi 2,3GHz. Frekuensi 2,3GHz juga dipakai oleh layanan Wimax namun masih terdapat bandwidth yang dapat digunakan untuk LTE.

Beberapa perusahaan vendor telah menyatakan kesiapannya menggelar teknologi ini terkait infrastruktur dan perangkat lainnya. Selain itu terdapat perusahaan operator yang tengah mengadakan uji coba implementasi teknologi ini di beberapa area di Indonesia. Diharapkan LTE 4G dengan performa nya yang lebih unggul dari teknologi sebelumnya, dapat segera terselenggara di Indonesia secara menyeluruh karena dapat menjadi teknologi solusi untuk kebutuhan masyarakat terhadap layanan data yang terus meningkat.

 

Afatika Putri Adianti

Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>