«

»

Nov 19

IEEE 1st Indonesia Section Member Gathering

Pada 16 November 2013, IEEE Indonesia Section melaksanakan kegiatan Silver Anniversary & 1st Member Gathering di Binus University International, FX Plasa lantai 6, Jakarta. Seperti yang dijelaskan Ir. Kuncoro Wastuwibowo, M.Sc., Chairman Indonesia Section, saat pembukaan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang paling banyak dihadiri Officer IEEE Indonesia Section. Dihadiri oleh lima chapter chair dari seluruh chapter atau joint chapter, satu affinity group, dan empat perwakilan dari enam student branch dari perguruan tinggi di Indonesia, kegiatan ini terlaksana dengan lancar.

 

Gambar 1. 1st IEEE Indonesia Section Member Gathering

 

Kesempatan pertama diberikan kepada Prof. Dr. Soegiardjo Soegijoko yang merangkap sebagai chair dari Circuits and Systems Chapter dan Engineering in Medicine and Biology Chapter bercerita. Beliau memaparkan bagaimana chapter ini melaksanakan aktivitas organisasi dan profesional di lingkungan kampus dan entiti nonIEEE. Beliau juga mendorong profesional dan akademisi untuk bergabung untuk mendapat kemudahan akses dan pengakuan internasional. Kemudahan akses ini dapat merupakan akses IEEE maupun workshop IEEE. Pengakuan ini tentu dapat diperoleh dengan publikasi di wadah konferensi internasional yang dilaksanakan oleh IEEE.

 

Gambar 2. Bapak Koencoro (kiri) memberi apresiasi kepada Bapak Soegi

Kedua, Dr. Arifin Nugroho sebagai Chair of Joint Chapter of Aerospace & Electronic System Society / Geoscience & Remote Sensing Society menjelaskan petingnya ilmu aerospace bagi negara ini. Tidak seperti ilmu lain, misal telekomunikasi, ilmu ini tidak ‘diobral’. Ilmu ini bersifat strategis. Ilmu ini penting bagi pertahanan dan kekuatan negara kita. Negara kita ini sangat luas dan membutuhkan pelbagai bidang terutama dalam bidang strategis seperti UAV, pesawat, roket, dan satelit. Bidang tersebut harus bisa dikuasai secara mandiri karena negara lain tidak akan membaginya. Tidak ada istilah transfer technology di bidang aerospace. Saat ini, negara yang menguasai aerospace yang menguasai dunia.

 

Gambar 3. Bapak Koencoro (kiri) memberi apresiasi kepada Bapak Arifin

Ketiga, Chair of Communications Society Chapter, Bapak Satriyo Dharmanto, berbagi pengalaman dalam mendukung negara ini menyongsong era digital. Beliau memimpin chapter ini melakukan kegiatan 4G engineering, IPTV engineering, cloud computing, TV digital, dan kegiatan lainnya guna meningkatkan ilmu telekomunikasi negara ini agar tidak ketinggalan dengan negara lain. Guna menjamin kegiatan ini sukses, beliau merangkul akademisi dan profesional untuk ikut berpartisipasi. Beliau percaya bahwa negara ini mampu menjadi negara kuat dengan menguasai teknologi telekomunikasi.

 

Gambar 4. Bapak Satriyo Dharmanto

 

Keempat, Dr. Endra Joelianto, Chair of Joint Chapter Control System Society / Robotics & Automation Society, bercerita tentang konferensi maupun workshop yang dilakukan selama kepemimpinan beliau. Beliau juga menyinggung pentingnya skill sehingga dibutuhkan banyak workshop  bagi kemajuan otomatisasi di negara ini.

 

Gambar 5. Bapak Endra Joelianto (kanan)

 

Kelima, Prof. Dr. Eko Tjipto Rahardjo, Chair of Joint chapter of Microwave Theory / Antennas & Propagation, menggambarkan kegiatan apa saja yang telah dilakukan chapter yang beliau pimpin. Kegiatan ini adalah seminar nasional, menghadiri konferensi tingkat asia pasifik maupun internasional. Hal ini dilakukan guna melakukan perbaharuan dalam teknologi yang terkait. Negara ini tidak boleh ketinggalan dengan negara lain.

 

Gambar 6. Bapak Eko

 

Keenam, Chair of SIGHT in Telemedicine, Dr. Yoke Saadia Irawan bercerita tentang kegiatan yang telah dilakukan affinity group yang beliau pimpin selama ini. Pengembangan lebih difokuskan kepada pengembangan software untuk kebutuhan medis. Mobilitas tinggi dan penggunaan gadget yang meningkat merupakan alasan beliau untuk mendorong rekan-rekan di IEEE Indonesia Section untuk mengembangkan software mobile phone untuk pemeriksaan dan analisis penyakit, seperti e-Prescription system, e-Health mobile application. Dengan adanya pengembangan teknologi seperti ini, diharapkan negara ini mampu merangkul seluruh rakyat untuk hidup sehat.

 

Gambar 7. Ibu Yoke (kanan)

 

Pada 1st Member Gathering ini, anggota IEEE Indonesia Section diberi kesempatan berharga untuk mendengarkan Ir. Arnold Ph Djiwatampu, Life Senior Member, berbagi pengalamannya. Beliau bercerita bagaimana sulitnya mendirikan dan mempertahankan eksistensi IEEE Indonesia Section di awal-awal keberadaannya. Hal yang menarik adalah adanya Pancasila di IEEE by laws. Hal ini dapat terjadi karena tidak ada satu pun nilai-nilai Pancasila yang bertentangan dengan nilai-nilai universal maupun visi dan misi IEEE. Dengan semangat nasionalisme yang tinggi, officer IEEE Indonesia Section tetap memberikan yang terbaik di tengah kesibukannya. Kesibukan ini mengasah pengurus untuk pandai mengatur waktu, berorganisasi yang baik, dan berpengaruh bagi orang lain di antara riset-riset yang dilakukan. Dengan menjadi salah satu bagian dari IEEE, Indonesia memiliki cakrawala yang luas. Beliau tetap mengingatkan pentingnya kesehatan dan semangat bagi profesional dan akademisi, “Orangnya boleh sudah tua, tapi semangatnya jangan!” Beliau menutup cerita, “Saya bangga menjadi bagian IEEE Indonesia Section.”

 

Gambar 8. Bapak Dji

Setelah itu, perwakilan dari student bracnch di Indonesia melakukan presentasi kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan. Pada kesempatan ini, hadir perwakilan dari IT Telkom, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknolgi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI). Penelitian dan aktivitas mahasiswa saat ini sangat penting bagi majunya teknologi Indonesia di masa depan.

 

Gambar 9. Fajar Andika Vice-Chair of IEEE Student Branch UGM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>