«

»

May 15

ENERGI NUKLIR, ENERGI MASA DEPAN

Semakin menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil menyebabkan munculnya suatu kebutuhan akan energi alternatif yang baru dan juga terbatukan. Salah satu jenis dari energi alternatif tersebut adalah energi nuklir. Namun kehadiran energi nuklir di Indonesia masih mendapat tentangan dari masyarakat. Padahal jika dibandingkan dengan jenis energi-energi lain yang telah digunakan sebagai bahan bakar suatu pembangkit listrik, energi nuklir akan menjadi suatu opsi energi alternatif yang baik sekali.

Apabila dibandingkan dari aspek pembangkit, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) mempunyai banyak kelebihan dibandingkan pembangkit-pembangkit yang lainnya. Tanpa mengesampingkan faktor keamanan, dengan teknologi yang ada sekarang, biaya pembangunan dan perawatan pembangkit listrik tenaga nuklir dapat diminimalisir. Biaya yang dibutuhkan untuk proses pembangkitan pada PLTN juga relatif lebih stabil dibandingkan pada pembangkit listrik yang menggunakan energi fosil seperti pada bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara. PLTN juga tidak membutuhkan biaya eksternal yang banyak karena emisi dan limbah yang dihasilkan oleh PLTN sangat rendah dibandingkan pembangkit listrik lainnya, sehingga tidak merusak lingkungan.

Menurut Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), 1 uranium mempunyai nilai yang setara dengan 13.7 barrell minyak atau 2.3 ton batubara yang apabila digunakan bisa menghasilkan listrik hingga 1MWd (1 Mega Watt Days). Jika dilihat dari aspek emisi, Nuklir juga menempati posisi paling rendah dalam menghasilkan buangan CO2. Untuk ketersediaan bahan, uranium masih sangat banyak tersedia dan dapat di daur ulang, dimana bahan bakar yang lain seperti minyak dan batu bara diperkirakan akan habis beberapa puluh tahun kedepan.

Sayang sekali kehadiran energi nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat. Padahal dengan perawatan dan pengoperasian yang baik, pembangkit listrik tenaga nuklir akan membantu negara dalam aspek ekonomi dan juga perawatan lingkungan dalam masalah pemanasan global. Bayangkan saja, menurut penilitian, ketersediaan bahan bakar minyak akan habis sekitar 42 tahun lagi, gas alam 62 tahun, dan batu bara 224 tahun. Padahal dengan penggunaan teknologi daur ulang, energi nuklir dapat digunakan hingga 3600 tahun. Dengan diterimanya pembangkit listrik tenaga nuklir oleh masyarakat, secara tidak langsung juga akan berpengaruh dengan terbukanya lapangan kerja. Tidak hanya itu, selain pada pembangkit listrik, energi nuklir tersebut juga bisa dimanfaatkan pada bidang-bidang lain seperti peternakan, pertanian, pertambangan, dan juga kedokteran.

Di masa mendatang, pemakaian energi nuklir tentu akan semakin berkembang dan akan lebih maju lagi, tidak hanya sekedar untuk pembangkit listrik saja, tetapi juga pada bidang-bidang lainnya. Mungkin sudah saatnya masyarakat kita untuk terbuka dan menerima kehadiran energi nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir di kehidupan kita.

 

Goldwin Cesar Situngkir, Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>