«

»

Dec 13

Chairman IEEE SB UGM : Menulis Paper seperti Menulis Laporan Praktikum

Bagaimana menulis paper? “Menulis paper itu seperti menulis laporan praktikum kok!”, begitulah ungkap Chairman IEEE SB UGM dalam acara INTEREST(Integrated Research Training) yang diselenggarakan oleh LPKTA dan KMTF Fakultas Teknik UGM, Sabtu, 1 Desember 2012 kemarin. Dalam acara tersebut Chairman kita, yang sudah berpengalaman menulis paper tingkat Nasional dan Internasional, diberikan kesempatan untuk membahas topik tentang “Bagaimana menulis paper dan mempublikasikannya”. Karena Chairman kita masih duduk di bangku S – 1 dan kebanyakan peserta juga dari S -1, maka pada sesi tersebut peserta kelihatan begitu bersemangat mendengarkan materi yang juga diselingi sejarah perjalanan Hari Maghfiroh untuk mulai menulis paper baik untuk tingkat Nasional maupun Internasional.

Berikut rangkuman tentang materi yang disampaikan dalam acara Interest tersebut :

Pada permulaan materi, Chairman IEEE SB UGM yang sering disapa Hari, memperkenalkan IEEE kepada peserta. Pada kesempatan itu ada empat point matri yang disampaikan yaitu : Pendahuluan, Publikasi Paper Indonesia, S-1 nulis paper, Paper Ditolak.

Pendahuluan. Pada poin ini ditekankan pada manfaat mellakukan publikasi ilmiah, beberapa diantaranya yaitu: Mengkomunikasikan ilmu, sarana untuk mendapatkan beasiswa, dan untuk meningkatkan prestise bangsa di mata Internasional.

Publikasi Paper Indonesia. Pada poin ini, ditunjukkan produktivitas paper nagara ASEAN. Ternyata Indonesia hanya menempati peringkat 4 di ASEAN setelah Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pada poin ini, Cheirman kita mengajak seluruh peserta untuk bisa berkontribusi mengangakat nama Indonesia, salah satunya dengan menulis paper.

S – 1 nulis paper. Poin ini diawali dengan pertanyaan, “Mungkinkan anak S – 1 nulis paper?” Semua peserta menjawab mungkin. Beberapa kendala yanh sering dihadapi mahasiswa S- 1 dalam menulis paper adalah :

  1. Tidak ada ide
  2. Tidak ada referensi
  3. Tidak tahu cara menulis paper
  4. Papernya mau di kirim kemana
  5. Registrasi paper mahal

Pada kesempatan tersebut, jawaban atas masalah – masalah diatas telah dibahas. Yang perlu digaris bawahi, inti jawaban dari persoalan diatas adalah kurangnya motivasi.

Paper ditolak. Pada poin ini, Hari menjelaskan bahwa tak ada ruginya paper kita ditolak. Ketika kita submit paper itu biasanya free, pembayaran baru dilakukan jika paper kita dinyatakan diterima dan kita mau ikut publikasi, jadi seandainya paper kita diterima dan kita tidak mau dipublis kita tidak dikenai kewajiban membayar. Paper kita ditolak itu karena ada kesalahan, dan biasanya reviewer memberikan masukan atas kesalahan paper kita.

Begitulah sekilas ringkasan tentang materi yang disampaikan oleh Cheirman IEEE SB UGM dalam acara INTEREST, semoga bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>