«

»

May 15

Biomassa Sawit, Solusi energi masa depan

Semua berlomba-lomba untuk menciptakan energi baru dan terbarukan (renewable energy) sebagai salah satu solusi dalam penanganan menipisnya energi primer (minyak, batubara, gas alam). Hal ini dilakukan sebagai cara dalam menanggulangi krisis energi di Indonesia, salah satunya energi listrik. Sudah banyak energi baru dan terbarukan yang diciptakan, antara lain Panel Surya/PLTS, PLT Angin, dan yang sekarang menjadi trend dan baru-baru ini mulai dicanangkan di Indonesia adalah PLT Sampah. Namun, kendala dari pusat tenaga listrik dari energi terbarukan adalah tingginya biaya investasi dan rendahnya daya yang dapat dibangkitkan dari pusat listrik tersebut. Selama Minyak dan batu bara belum musnah maka renewable energy akan sulit berkembang. Sehingga diperlukan sebuah Pusat energi baru yang dapat menghasilkan daya yang cukup besar dan biaya investasi tidak terlalu tinggi. Salah satu solusi tersebut adalah Pusat Listrik Tenaga Biomassa (PLTBS). Indonesia yang merupakan negara agraris memiliki wilayah perkebunan yang cukup luas. Salah satu hasil perkebunan yang cukup besar di Indonesia adalah kelapa sawit. Dalam satu kebun kelapa sawit, dapat mencapai hingga 800 ton sawit tiap hari yang akan diubah ke minyak sawit.

Hasil Limbah kelapa sawit biasanya dijadikan sebagai pupuk untuk lahan perkebunan kelapa sawit. Namun, ternyata limbah sawit tersebut memiliki dampak buruk terhadap lingkungan. Proses penguraian limbah sawit tersebut akan menimbulkan efek panas dan mengeluarkan gas CH4 yang cukup berbahaya bagi lingkungan . Limbah sawit sebaiknya didiamkan terlebih dahulu hingga proses penguraian selesai, sebelum digunakan sebagai pupuk. Proses ini membutuhkan lahan yang sangat besar sehingga tidak efektif. Pengolahan limbah dengan mengkonversinya menjadi biomassa merupakan cara yang cukup efisien. Biomassa tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar dalam pembangkitan tenaga listrik.

Dalam setiap ton produksi dapat menghasilkan sekitar 0,4 ton biomassa. Biomassa akan menghasilkan panas, panas tersebut digunakan untuk bahan bakar pembangkit. Kalori yang dapat dihasilkan dari bahan bakar cangkang, serat dan tandan kosong dapat dihitung melalui nilai Lower Heating Value (LHV). LHV merupakan Nilai kalor yang diperoleh dari pembakaran 1 kg bahan bakar tanpa memperhitungkan panas kondensasi uap air. Jika dalam sehari produksi sawit dapat mencapai 700 ton, maka dengan mengubahnya menjadi bahan bakar PLTBS didapatkan daya sekitar 5MW. Daya terbangkit yang cukup besar untuk sebuah Pusat energi baru dan terbarukan.

 

Lukita Wahyu Permadi, Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>